Makalah Basis Data Dan Gudang Data

1.1      Latar Belakang Masalah
Database kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi. Proses perancangan database sangatlah diperlukan dalam mengumpulkan informasi, oleh karena itu diperlukan tahap perancangan database yang baik untuk membuat suatu sistem.
1.2    Rumusan Masalah
a.          Bagaimana cara untuk memahami sistem yang akan dibuat.
b.         Bagaimana cara mudah untuk merancang suatu sistem database.
c.          Bagaimana tahap perancagan membuat database yang baik untuk sebuah sistem informasi
1.3     Tujuan
a.          Memudahkan user (pengguna)/pembaca untuk memahami sistem yang akan dibuat.
b.         Memudahkan user (pengguna)/pembaca untuk merancang database
c.          Memudahkan user (pengguna)/pembaca untuk memahami tahap-tahap perancangan desain grafis yang benar


BAB 2
PEMBAHASAN
2.1         Teori – Teori Dasar Basis Data dan Gudang Data
2.1.1 Pengertian Data
         Pengertian data menurut James A. O’Brien (2003, p13), data adalah fakta- fakta atau observasi yang mentah, biasanya mengenai kejadian atau transaksi bisnis. Menurut Donald R. Cooper (2002, p72), data adalah sebagai fakta-fakta yang diberikan kepada peneliti dari lingkungan studinya. Menurut Whitten, Bentley, Dittman (2001, p475), data adalah sumber yang mesti dikontrol dan ditangani.
Data spesifik, fakta yang obyektif atau observasi (Pearlson & Saunders,2004, p276). Ciri-ciri data yaitu :
a.          Easily captured (mudah didapat)
b.         Easily structured (mudah distruktur)
c.          Easily transferred (mudah ditransfer)
d.         Compact, quantifiable (ringkas, dapat diukur)
2.1.2    Pengertian Database/Basis data
            Pangkalan data atau basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
            Menurut Laudon (2008:265), pengertian basis data adalah sebagai berikut: “Basis  Data  adalah  sekumpulan  data  organisasi  untuk  melayani  banyak aplikasi  secara  efisien  dengan  memusatkan  data  dan  mengendalikan redundansi data. Sebuah database melayani banyak data sekaligus”.
2.1.3    Pengertian Gudang Data
            Menurut Laudon (2008:277) pengertian gudang data adalah sebagai berikut : “Gudang data adalah basis data yang menyimpan data yang sekarang dan terdahulu yang mungkin diminati oleh para pembuat keputusan diseluruh perusahaan.  Gudang  data menggabungkan  dan menstandarkan  informasi dari  basis  data  operasional  yang  berbeda  sehingga  informasi  dapat digunakan diseluruh perusahaan untuk  analisis dan pembuatan keputusan manajemen”.
2.2              Tujuan Perangcangan Database
      Tujuan awal dan utama dalam pengolahan data pada sebuah basis data adalah agar dapat menentukan kembali data (data yang dicari) dengan mudah dan cepat. Di samping itu, pemanfaatan data untuk pengolahan data juga memiliki tujuan-tujuan tertentu. Secara lengkap, pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi sejumlah tujuan sebagai berikut :
2.2.1    Kecepatan dan kemudahan (Speed)
Pemanfaatan basis data memungkinkan untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan/manipulasi terhadap data atau menampilkan kembali data tersebut dengan cepat dan mudah.
2.2.2    Efesiensi ruang penyimpanan (Space)
            Penggunaan ruang penyimpanan di dalam basis data dilakukan untuk mengurangi jumlah redundansi (pengulangan) data, baik dengan melakukan penerapan sejumlah pengkodean atau dengan membuat relasi-relasi (dalam bentuk file) antar kelompok data yang saling berhubungan.
2.2.3    Keakuratan (Accuracy)
            Pemanfaatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan/batasan tipe data, domain data, keunikan data dan sebagainya dan diterapkan dalam basis data, sangat berguna untuk menentukan ketidakakuratan pemasukan atau penyimpanan data.
2.2.4    Ketersediaan (Availability)
            Pertumbuhan data (baik dari jumlah maupun jenisnya) sejalan dengan waktu akan semakin membutuhkan ruang penyimpanan yang besar. Data yang sudah jarang atau bahkan tidak pernah lagi digunakan dapat diatur untuk dilepaskan dari sistem basis data dengan cara penghapusan atau dengan memindahkannya ke media penyimpanan.
2.2.5    Kelengkapan (Completeness)
            Lengkap atau tidaknya data yang dikelola bersifat relatif baik terhadap kebutuhan pemakai maupun terhadap waktu. Dalam sebuah basis data, struktur dari basis data tersebut juga harus disimpan. Untuk mengakomodasi kebutuhan kelengkapan data yang semakin berkembang, maka tidak hanya menambah record-record data, tetapi juga melakukan penambahan struktur dalam basis data.
2.2.6    Keamanan (Security)
            Sistem keamanan digunakan untuk dapat menentukan siapa saja yang boleh menggunakan basis data dan menentukan jenis operasi apa saja yang boleh dilakukan.
2.2.7    Kebersamaan pemakai
            Pemakai basis data sering kali tidak terbatas hanya pada satu pemakaian saja atau oleh satu sistem aplikasi saja. Basis data yang dikelola oleh sistem (aplikasi) yang mendukung lingkungan multiuser, akan dapat memenuhi kebutuhan ini, tetapi dengan menjaga/menghindari terhadap munculnya persoalan baru seperti inkonsistensi data (karena data yang sama diubah oleh banyak pemakai pada saat bersamaan).
2.3  Database Management System (DBMS)
      Berdasarkan pendapat James O’Brien (2003, p146), DBMS berperan sebagai penghubung antara user dengan basis data. DBMS menggunakan software manajemen basis data untuk mengatur pembuatan, penggunaan, dan pemeliharaan data untuk menyediakan informasi yang diperlukan oleh user dan organisasi. DBMS juga membantu user dalam mengakses data yang diperlukan. DBMS menurut Connolly dan Begg (2002, p16) adalah suatu sistem perangkat lunak yang memungkinkan user untuk mendefinisikan (define), membuat (create), memelihara (maintain), dan menyediakan kendali dalam mengakses basis data. Secara umum DBMS menyediakan beberapa fasilitas:
a.    Data Definition Language (DDL)
b.   Data Manipulation Language (DML)
2.3.1    Komponen-komponen DBMS
            Menurut Connolly dan Begg (2002, pp18-20), Database Management System (DBMS) memiliki lima komponen penting yaitu:
a.    Hardware (perangkat keras)
b.   Software (perangkat lunak)
c.    Data
d.   Prosedur
2.4  Database Application Lifecycle
2.4.1    Perencanaan Basis Data (Database Planning)
            Tahapan ini merencanakan bagaimana langkah-langkah dalam daur hidup basis data agar dapat diwujudkan se-efisien dan se-efektif mungkin. Langkah pertama yang paling penting dalam perencanaan basis data adalah menggambarkan dengan jelas mission statement dari proyek basis data, kemudian menentukan mission objectives di mana tiap-tiap mission objectives dapat mengidentifikasi tugas-tugas tertentu yang didukung oleh basis data.
2.4.2    Definisi Sistem (System Definition)
            Menurut Connolly dan Begg (2002, p274), definisi sistem (system definition) adalah mendeskripsikan jangkauan dan batasan dari aplikasi basis data dan pandangan-pandangan utama para pengguna aplikasi. Sebelum mendesain suatu aplikasi basis data, terlebih dahulu mengindentifikasikan batasan-batasan dari sistem yang sedang diteliti dan bagaimana kaitannya dengan bagian lain dari sistem informasi perusahaan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada pengguna utama basis data yang terlupakan ketika dilakukan pengembangan aplikasi.
2.4.3    Pengumpulan dan Analisis Kebutuhan (Requirement Collection and Analysis)
            Analisis dan pengumpulan kebutuhan (requirement collection and analysis) merupakan proses pengumpulan dan analisis informasi tentang bagian perusahaan yang akan didukung oleh aplikasi basis data, dan menggunakan informasi ini untuk mengindentifikasikan kebutuhan pengguna aplikasi terhadap sistem baru (Connolly dan Begg, 2002, p276).
2.4.4    Perancangan Basis Data (Database Design)
            Menurut Connolly dan Begg (2002, p279), perancangan basis data (database design) merupakan proses pembuatan suatu desain untuk sebuah basis data yang akan mendukung operasional dan sasaran suatu perusahaan.Ada 2 pendekatan untuk mendesain sebuah basis data, yaitu :
a.       Pendekatan bottom-up
b.      Pendekatan top-down
2.5 Proses Perancangan Database
      Proses perancangan database terdiri dari 6 tahap:
a.     Pengumpulan data dan analisis
b.    Perancangan database secara konseptual
c.       Pemilihan DBMS
d.      Perancangan database secara logika
e.       Perancangan database secara fisik
f.       Implementasi Sistem database
2.5.1    Pengumpulan data dan analisa
            Merupakan suatu tahap dimana kita melakukan proses indentifikasi dan analisa kebutuhan-kebutuhan data dan ini disebut pengumpulan data dan analisa. Untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan suatu sistem database, kita harus mengenal terlebih dahulu bagian-bagian lain dari sistem informasi yang akan berinteraksi dengan sistem database, termasuk para user yang ada dan para useryang baru beserta aplikasi-aplikasinya. Kebutuhan-kebutuhan dari para user dan aplikasi-aplikasi inilah yang kemudian dikumpulkan dan dianalisa.Berikut ini adalah aktifitas-aktifitas pengumpulan data dan analisa:
a.       Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya
b.      Peninjauan dokumentasi yang ada
c.       Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data
d.      Daftar pertanyaan dan wawancara
2.5.2    Perancangan database secara konseptual
            Menurut Connolly dan Begg (2002, p419), perancangan konseptual basis data adalah suatu proses membangun sebuah model dari informasi yang digunakan oleh perusahaan. Langkah-langkah perancangan basis data konseptual :
            2.5.2.1 Identifikasi tipe entity
            Entitas dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a.       Strong / Parent / Owner / Dominant entity type.
b.      Weak / Child / Subordinate / Dependent entity type.
2.5.2.2 Identifikasi tipe relationship
            Menurut Connolly dan Begg, multiplicity terdiri dari dua jenis, yaitu:
a.       Cardinality.
b.      Participation.
2.5.2.3 Identifikasi dan asosiasi atribut dalam database.
            Tipe-tipe atibut antaralain :
a.       Simple attribute.
b.Composite attribute.
c.       Singlevalued attribute.
d.   Multivalued attribute.
e.       Derived attribute.
2.5.3    Pemilihan DBMS
            Pemilihan database ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya faktor teknik, ekonomi, dan politik organisasi. Contoh faktor teknik: Keberadaan DBMS dalam menjalankan tugasnya seperti jenis-jenis DBMS (relational, network, hierarchical, dan lain-lain), struktur penyimpanan, dan jalur akses yang mendukung DBMS, pemakai, dan lain-lain. Faktor-faktor ekonomi dan organisasi yang mempengaruhi satu sama lain dalam pemilihan DBMS : Struktur data Jika data yang disimpan dalam database mengikuti struktur hirarki, maka suatu jenis hirarki dari DBMS harus dipikirkan. Personal yang telah terbiasa dengan suatu sistem Jika staf programmer dalam suatu organisasi sudah terbiasa dengan suatu DBMS, maka hal ini dapat mengurangi biaya latihan dan waktu belajar. Tersedianya layanan penjual keberadaan fasilitas pelayanan penjual sangat dibutuhkan untuk membantu memecahkan beberapa masalah sistem.
2.5.4    Perancangan database secara logika
            Menurut Connolly dan Begg (2002, p419), perancangan logikal basis data merupakan proses membangun sebuah model informasi yang digunakan dalam sebuah perusahaan berdasarkan pada sebuah model data yang spesifik, tetapi tidak bergantung pada sebuah DBMS tertentu dan pertimbangan-pertimbangan fisik lainnya. Langkah pokok dari perancangan basis data logikal untuk relational mode lmencakup :
a.    Required Data
b.   Attribute Domain Constraint
c.   Entity Integrity.
d.    Referential Integrity.
2.5.5    Perancangan database secara fisik
            Perancangan fisik basis data merupakan proses yang menghasilkan sebuah deskripsi implementasi dari basis data pada secondary storage yang menggambarkan relasi dasar, organisasi file, dan indeks yang digunakan untuk mencapai akses yang efisien ke data, dan penggabungan batasan integritas dan ukuran keamanan (Connolly dan Begg, 2002, p419). Dalam membangun desain fisik basis data terdapat 6 tahap secara gasir besar , yaitu :
a.       Mengubah model data logikal global untuk target DBMS
b.      Merancang representasi fisik
c.       Perancangan user view, Merancang user view yang diidentifikasikan selama pengumpulan kebutuhan-kebutuhan dan tahap analisis dari siklus aplikasi basis data relational.
d.      Perancangan mekanisme keamanan
e.       Mempertimbangkan adanya pengontrolan redundancy
f.       Memonitor dan menyesuaikan sistem operasi
2.5.6    Implementasi Sistem database
            Setelah perancangan secara logika dan secara fisik lengkap, kita dapat melaksanakan sistem database. Perintah-perintah dalam DDL dan SDL(Storage Definition Language) dari DBMS yang dipilih, dihimpun dan digunakan untuk membuat skema database dan file-file database (yang kosong). Sekarang database tersebut dimuat (disatukan) dengan datanya. Jika data harus dirubah dari sistem komputer sebelumnya, perubahan-perubahan yang rutin mungkin diperlukan untuk format ulang datanya yang kemudian dimasukkan ke database yang baru. Transaksi-transaksi database sekarang harus dilaksanakan oleh para programmmer aplikasi.Spesifikasi secara konseptual diuji dan dihubungkan dengan kode program dengan perintah-perintah dari embedded DML yang telah ditulis dan diuji. Suatu saat transaksi-transaksi tersebut telah siap dan data telah dimasukkan ke dalam database, maka tahap perancangan dan implementasi telah selesai, dan kemudian tahap operasional dari sistem database dimulai.
2.6.Manfaat Gudang Data
Gudang data biasanya digunakan untuk:
a.        Memahami trend bisnis dan membuat perkiraan keputusan yang lebih baik.
b.         Menganalisa informasi mengenai penjualan harian dan membuat keputusan yang cepat dalam mempengaruhi performance perusahaan.
2.7     2.7.Metadata
            Informasi mengenai gudang data dan data yang diisi ke dalam gudang data dibagi dua bagian.
2.7.1.      Data Teknis
Data teknis berisi penjelasan tentang database oprasional dan penjelasan dari gudang data. Data ini membantu administrasi gudang data menjaga datanya dan mengetahui dari mana semua data berasal.
2.7.2.      Data Bisnis
Data bisnis membantu pemakai mencari informasi dalam gudang data tanpa mengetahui databasenya. ( Informasi ini disajikan dalam istilah bisnis, bukan istilah yang digunakan oleh programmer ketika database dibangun. Data bisnis memberikan informasi kepada pemakai:
a.       Pada saat data dipindahkan ke dalam gudang.
b.      Dati mana data berasal
c.       Informasi lain yang memungkinkan pengguna tahu bagaimana data ini dapat diandalkan.
2.8.Data Mining
2.8.1.      Definisi Data Mining
a.       Mencari informasi yang beharga di dalam suatu data yang berjumlah besar.
b.      Eksplorasi dan analisa secra otomatis atau semiotomatis dari suatu kuantitas data yang besar yang bertugas untuk mencari pola dan aturan yang berarti.
2.8.2.      Alasan – Alasan Menggunakan Data Mining
2.8.2.1.Karena data dikumpulkan dan disimpan dengan kecepatan yang sangat besar (GB/hour).
a.       Sensor jarak jauh yang menggunakan satelit.
b.      Teleskop pemindaian langit.
c.       Array makro menghasilakan gen data.
d.      Simulasi ilmiah yang menghasilkan terabyte data.
2.8.2.2.   Teknik tradisional yang tidak layak lagi.
2.8.2.3.   Digunakan untuk mereduksi data atau data dibagi-bagi.
a.       Catalog,klasifikasi,pembagian data.
b.      Membantu para ahli sains dalam menghipotesa.
2.8.3.      Asal Mula Data Mining
2.8.3.1.   Penggambaran ide-ide dari Mesin Buatan atau Artificial   Intelligent,pola,statistic system database dan penggambaran data.
2.8.3.2.   Teknik tradisional mungkin tidak digunakan karena.
a.       Banyaknya data.
b.      Tingginya dimensi dari suatu data.
c.       Berbagai macam jenis data.
2.8.4.      Tugas Data Mining dibagi Menjadi Dua Metode Yaitu:
2.8.4.1.   Metode Prediksi
Menggunakan beberapa variable untuk memperkirakan suatu nilai yang tidak diketahui dari variable yang lain.
2.8.4.2.   Metoda Deskripsi
Mencari suatu pola yang dapat ditafsirkan manusia sehingga data dapat digambarkan atau diuraikan.
2.8.5.   Jenis – Jenis Tugas Data Mining
a.       Klasifikasi [Prediktif]
b.      Kelompokan [Deskriptif]
c.       Asosiasi [Deskriptif]
d.      Regresi [Prediktif]
e.       Deteksi Penyimpangan [Prediktif]
BAB 3
PENUTUP
3.1. Penutup
Makalah ini telah selesai kami susun, kami harap makalah yang kami buat ini dapat bermanfaat bagi pembaca maupun penyusun. Makalah ini kami buat  untuk memenuhi kebutuhan pembaca dan memahami tentang basis data dan gudang data. Kami mohon maaf bila terdapat kesalahan maupun kekurangan dalam makalah yang kami susun ini.
3.2. Simpulan
Basis data adalah sekumpulan data yang saling berhubungan dan terorganisir yang disimpan berdasarkan skema dengan memusatkan data dan mengontrol data redundant untuk memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi. Dalam membuat basis data harus memiliki komponen dasar seperti data, hardware, software dan user (pemakai). Dalam penyusunan basis data juga terdapat beberapa istilah yang akan sering kita temui, yaitu: enterprise, entitas, atribut, nilai data, kunci elemen data, record data.
3.3 Saran
      Agar pemakai mendapat data yang tepat, akurat sesuai dengan keinginan diperlukan manajemen basis data yang baik yang meliputi: perencanaan basis data, penerapan basis data, operasi basis datadan keamanan basis datayang baik juga. Untuk memasukkan, mengubah, menghapus, memodifikasi dan memperoleh data/informasi query basis data agar dapat disajikan dalam berbagai bentuk yang diinginkan dibutuhkan perangkat lunak yang disebut Sistem Manajemen Basis Data atau juga disebut Database Management System (DBMS).

 DAFTAR PUSTAKA
James A. O’Brien, Introduction to Information Systems. 12th Edition. McGraw-Hill Irwin, 2005
James A. O’Brien and George M.Marakas, Information and Management Systems. 10th Edition. McGraw-Hill Irwin, 2007
James A. O’Brien and George M.Marakas, Information and Management Systems. 15th Edition. McGraw-Hill Irwin, 2010
William  H.  Inmon,  Building  The  Data  Warehouse  3rd Edition,  Wiley Publishing,Inc. , 2005
http://apriliawongsowikromo.wordpress.com/2011/11/04/perancangan-database/
http://imam_muiz.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/6535/BASIS+DATA.pdf
Download File : Download


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *