Perhatikan Ini Sebelum Membeli Ponsel Android Bekas!

Ponsel kini menjadi salah satu benda yang wajib dinyalakan setiap saat dan di bawa ke mana pun kita pergi. Tanpa kehadiran ponsel, masalah komunikasi akan terhambat. Untuk kamu yang ingin membeli ponsel karena ponsel lama sudah rusak namun terhalang biaya, mengapa tidak mencoba untuk membeli ponsel bekas?

Membeli ponsel bekas akan sangat menghemat pengeluaran bagi mahasiswa ataupun pemilik online shop karena mereka bisa mendapatkan ponsel yang memiliki spesifikasi terbaru dengan harga yang lebih murah dibandingkan ponsel baru. Masalah update media sosial, chatting, dan penjualan dijamin jadi makin lancar.

Meski demikian, kamu tidak bisa sembarang membeli ponsel bekas. Sudah banyak pembeli ponsel bekas yang tertipu dengan iming-iming harga murah atau barang black market. Padahal ponsel bekas tersebut bisa saja sudah rusak parah, barang curian, atau barang KW. Pada akhirnya si pembeli malah merugi karena ponsel tidak sesuai dengan ekspektasi.

Sumber: systemreviewbonus.com

Untuk menghindarinya, kamu perlu mengetahui beberapa tips dari Traveloka saat hendak membeli ponsel bekas dalam waktu dekat berikut ini.

  1. Memilih Ponsel Bekas dengan Spesifikasi Terbaru

Sebelum membeli sebuah ponsel, tentukan dulu ponsel apa yang sebaiknya kamu beli. Hal ini bisa kamu pertimbangkan lewat spesifikasinya. Perlu kamu tahu, spesifikasi ponsel mengalami peningkatan setiap tahunnya. Jadi pastikan ponsel yang kamu pilih setidaknya baru saja diluncurkan 1 tahun sebelumnya agar tidak kesulitan saat harus memperbaharui aplikasi atau sistem ponsel. Untuk ponsel berbasis Android, minimal pilihlah yang sudah menggunakan Android 6.0 Marshmallow.

  1. Perhatikan Garansi Resmi Ponsel

Usahakan untuk memilih ponsel dengan garansi resmi yang masih berlaku untuk beberapa bulan ke depan. Jika ponsel yang kamu incar sudah sulit ditemui, setidaknya pilihlah yang garansinya belum lama berakhir. Hal ini diperlukan untuk memudahkan kamu saat harus melakukan servis ponsel serta mengurangi kemungkinan bahwa ponsel tersebut sudah mengalami kerusakan parah.

  1. Bandingkan Harga di Tempat Lain

Calon pembeli ponsel bekas seringkali mudah ditipu pada bagian penawaran harga. Untuk yang sedang menghemat pengeluaran, tentu harga murah akan sangat menggiurkan. Perlu kamu waspadai, biasanya jika harga dipatok terlalu murah bisa jadi penjual ingin “membuang” ponsel tersebut sesegera mungkin karena sudah rusak parah, tidak laku di pasaran, atau barang KW. Sebaliknya, ada juga ponsel bekas yang dipatok pada harga tinggi dengan iming-iming kualitas yang masih bagus dan baru dipakai beberapa bulan saja. Untuk menyiasati hal ini, pastikan kamu sudah membandingkan harga ponsel bekas di beberapa toko atau website penjualan ponsel bekas sehingga bisa mendapatkan ponsel bekas dengan harga wajar.

  1. Cek Fisik, Kelengkapan, dan Fitur Ponsel

Meski membeli ponsel bekas, kamu pasti ingin memiliki ponsel yang mulus dan berfungsi seperti ponsel baru kan? Untuk itu lakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Pertama-tama, pastikan fisik ponsel tidak memiliki cacat parah yang mengganggu penampilan. Kemudian pastikan tombol home, power, dan volume dapat berfungsi dengan baik. Lalu periksa kelengkapan dan kualitas aksesoris bawaan ponsel seperti earphone, kabel charge, dan sebagainya.

Jangan lupa untuk mengecek fungsi kamera, konektivitas, responsivitas layar, dan rotasi layar. Jika kamu akan sering menggunakan ponsel tersebut untuk bermain game, tidak ada salahnya mencoba untuk bermain sebentar.

Terakhir dan paling penting, periksalah keaslian ponsel. Hal ini bisa dilakukan dengan mencocokan nomor IMEI di ponsel dengan yang tertera di dus ponsel. Tekan*#06# untuk mengetahui nomor IMEI ponsel tersebut.

  1. Lakukan Factory Reset

Sudah mantap dengan pilihan ponselmu? Saatnya memastikan jika ponsel tersebut sudah menjalani factory reset agar siap kamu gunakan sebagai ponsel baru. Hindari membeli ponsel yang belum direset karena akan menyulitkanmu di kemudian hari.

Sebagai informasi, pada sistem Android Lollipop ada fitur factory reset protection untuk memberikan perlindungan ponsel tersebut dari tangan jahil yang ingin mereset total ponsel. Jika kamu meresetnya secara paksa, ponsel malah tidak bisa digunakan sampai melakukan verifikasi menggunakan ID Google pemilik sebelumnya.

  1. Cari Barang BNOB

Jika ragu dengan ponsel bekas, kamu bisa coba untuk mencari ponsel BNOB (Brand New Open Box). Ponsel BNOB ini tidak pernah digunakan sebelumnya, tapi segel dusnya sudah dibuka. Biasanya ponsel ini didapat dari doorprize atau dibeli di luar negeri untuk dijual lagi di dalam negeri namun pembawanya ingin menghindari bea cukai di bandara.

Ponsel BNOB dapat ditemukan dengan mudah di situs online. Supaya bisa lebih leluasa melakukan pencarian, pastikan kamu memiliki kuota internet dan pulsa Telkomsel yang cukup di ponsel. Lakukan pengecekan kuota internet dan pulsa Telkomsel dengan cara yang tertera di https://www.traveloka.com/connectivity/pulsa/telkomsel.

  1. Lakukan Transaksi dengan Aman

Ada baiknya kalau kamu melakukan pembelian di toko karena bisa mengecek kondisi ponsel secara detail dan melakukan pembayaran langsung kepada penjual. Namun jika terpaksa membeli ponsel bekas lewat situs online, usahakan untuk COD di tempat yang aman atau memilih situs online yang menyediakan fasilitas rekening bersama. Hal ini untuk menghindari uangmu dibawa lari si penjual tapi ponsel tidak sampai ke tempat tujuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *