Strategi Jitu Jokowi, Konsep Pertahanan Kedaulatan RI Dalam Debat Capres

Debat capres 30 Maret kemarin jika Anda belum menontonnya. Anda bisa melihat isi gagasan dari jokowidodo sebagai petahana disini. Pasalnya hal itu menjadi salah satu bagian yang memberikan pandangan dan kepastian yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia terkait dengan hak pilih nanti. Adu pandangan dan strategi yang terkait dengan konsep pertahanan dan keamanan negeri ini berada di dalam situasai yang seperti apa, dan bagaimana nantinya jadinya.

Bisa dibilang, perhatian terhadap salah satu bagian yang sangat penting bagi kedaulatan negeri ini menjadi prioritas yang tidak bisa ditinggalkan. Mengingat, bagaimana Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat strategis dan mempunyai potensi yang sangat besar bagi untuk menjadi sebuah negara yang sangat besar.

Sebagai seorang sipil yang jauh dari dunia kemileteran, ternyata Joko Widodo yang merupakan presiden negeri ini mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap bidang kemiliteran negeri ini, dan sebagai calon presiden yang ingin menunjukkan bahwa pertahanan RI juga sangat diperhatikan bahkan mempunyai pandangan yang sangat maju terhadap bidang kemiliteran tersebut. Hal itu sangat jelas terbukti dengan bagaimana pandangannya dalam debat yang digelar secara live kemarin di beberapa stasiun televisi, yang memang diselenggarakn oleh KPU Indonesia.

Argumen-argumen yang diberikan oleh Jokowi berkisar tentang bagaimana pertahanan RI ini harus maju dan mempunyai teknologi yang tidak kalah dengan negeri lain. Jokowi mempunyai konsep bahwa pertahanan RI harus menerapkan konsep investasi. Infestasi tersebut tersebut dalam bentuk penerapan strategi pengetahuan yang ditarik dari negara-negara lain dengan teknologinya yang lebih maju dan berada di depan teknologi Indonesia sendiri, konsep investasi tersebut dinamakan oleh Jokowi sebagai transfer of knowledge.

Dimana dengan model konsep seperti itu diharapkan bahwa Indonesia bisa berinvestasi dalam hal alutsista dengan berbagai macam teknologi yang ada. Selain bekerjasama dengan negara lain dalam pembangunan teknologi, juga Indonesia pada nantinya akan memiliki teknologi sendiri dalam bidang pembuatan alutsista tersebut. Hal inilah yang menjadi salah satu strategi yang sangat baik bagi pertahanan RI. Dimana dengan teknologi yang mutakhir pastinya Indonesia juga akan menjadi salah satu negara yang diakui dan juga memiliki pertahanan yang memang sangat solid. Bisa dikatakan kini Indonesia sudah beralih pada kepemimpinan yang tradisional, menuju pada kepemimpinan yang lebih maju. Dimana hal itu diperlihatkan dengan pemikiran yang sangat strategis dari Jokowi yang telah memimpin Indonesia, atau yang telah menjadi jenderal tertinggi TNI selama empat tahun terakhir ini.

Dalam salah satu segmen debat juga Jokowi berhasil menandingi pemikiran yang dikemukakan oleh lawan politiknya yang notabene adalah seorang yang berasal dari kalangan militer. Hal itu ditunjukkan ketika Jokowi mampu membalikkan statemen bahwa Indonesia sangatlah rentan terhadap serangan dari pihak luar. Jokowi mengatakan bahwa strategi dari intelijen untuk 20 tahun ke depan adalah memang untuk pengembangan daya tahan Indonesia. Dimana kemungkinan adanya serangan dari pihak luar sangatlah kecil dan masih mampu ditangani dengan apa pertahanan yang ada sekarang.

Karena itulah strategi untuk ke depannya adalah dengan memperbaiki sistem pertahanan berupa teknologi pengembangan alutsista dan juga pengembangan cyber. Karena itulah yang sangat mungkin dan menjadi konsep strategis yang sangat tepat untuk diterapkan. Mengingat bagaimana serangan cyber yang begitu gencar untuk tahun-tahun seperti sekarang ini. Hal-hal itulah yang menunjukkan bagaimana Jokowi ternyata mampu menempatkan mengungguli pemikiran lawan politiknya meski Jokowi sendiri berasal dari kalangan sipil. Berbeda dengan lawan politiknya yang berasal dari kalangan militer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *