4 Cara Memilih Aplikasi Fintech yang Tepat Sesuai Kebutuhanmu

Tau nggak sih kalo aplikasi fintech itu jenisnya beragam? Namun, yang lebih banyak dikenal orang saat ini mungkin adalah aplikasi pinjaman uang online cepat seperti KrediFazz. Padahal, jenis fintech lainnya juga nggak kalah menarik layanannya, lho. 

Memilih fintech yang sesuai dengan kebutuhan sifatnya cukup penting. Selain tepat sasaran, kita juga nggak perlu banyak-banyak download atau pakai lebih dari satu aplikasi fintech. Ini bisa membantu kita menjaga keamanan data dan tidak tergiur menggunakan fintech di luar dari batas kemampuan finansial. 

Lantas, bagaimana cara memilih aplikasi fintech yang sesuai kebutuhan kita? Yuk simak 4 langkah berikut ini. 

Kenali Kebutuhan dan Tujuan Penggunaan Fintech

Ketika terpikir untuk menggunakan sebuah aplikasi fintech, biasanya kita sudah memiliki tujuan. Ada yang kepepet butuh pinjaman dana cepat. Ada yang mau coba kredit online gadget untuk kerja. Ada yang mau pakai pay later buat mempermudah berbagai transaksi. Ada yang mau berinvestasi, dan lain sebagainya. Bisa mengenali kebutuhanmu adalah langkah awal yang baik untuk menemukan fintech yang pas untuk digunakan. 

Menurut Bank Indonesia, fintech terbagi menjadi 4 jenis. Yaitu yang pertama yang paling populer adalah Crowdfunding dan Peer-to-Peer Lending. Di mana, fintech jenis ini menyediakan layanan untuk proses pinjam-meminjam antara debitur dan kreditur. Yang kedua, Market Aggregator. Fintech jenis ini merupakan portal yang mengumpulkan beragam informasi produk finansial yang bisa menjadi referensi seperti kredit, kartu kredit, asuransi, sampai investasi. 

Yang ketiga, Manajemen Risiko dan Investasi. Fintech jenis ini akan membantu kamu mengetahui dan memahami kondisi keuanganmu lalu membantu membuat perencanaan keuangan. Dan yang keempat, Payment, Clearing, dan Settlement seperti e-wallet dan payment gateway. 

Kalau sudah tahu kebutuhan dan kategori fintechnya, maka kamu bisa mencari aplikasi atau situs fintech yang sesuai. Contoh: mau pakai fintech untuk pinjam uang. Maka kategorinya adalah peer-to-peer lending. Kamu bisa mencari layanan ini di Google Play Store atau App Store dengan kata kunci: aplikasi pinjaman uang online cepat. Seperti halnya KrediFazz yang menawarkan pinjaman mulai Rp 100 ribu sampai dengan Rp 1,5 juta dan bunganya hanya 9% per bulan. Pinjaman bisa cair dalam hitungan menit. 

Memahami Jenis dan Layanan yang Ditawarkan Fintech

Makin mengerucut, ketika sudah memilih fintech tertentu, kamu juga perlu mempelajari layanan apa saja yang diberikan atau ditawarkan fintech tersebut. Ada yang khusus hanya menyediakan satu layanan saja seperti halnya KrediFazz. Ada juga fintech yang membagi layanan kreditnya dalam beberapa kategori. Misalnya: pinjaman personal, pinjaman modal usaha, pinjaman kuliah, dan masih banyak lagi. 

Biasanya, setiap kategori pinjaman memiliki regulasi yang berbeda. Contohnya: pinjaman modal usaha bunganya akan lebih rendah dibanding pinjaman personal atau untuk kebutuhan konsumtif. Dengan memilih tipe pinjaman yang tepat, kamu juga akan mendapat manfaat yang maksimal dari fintech tersebut.

Sebelum Download, Cek Kredibilitas Fintech di Situs OJK

Hal penting yang tak boleh terlwat ketika memilih fintech adalah kredibilitasnya. Apakah fintech tersebut legal dan sudah terdaftar di OJK? Jika ya, maka kamu bisa menggunakannya. Jika tidak, sebaiknya hindari menggunakan fintech tersebut karena artinya fintech tersebut berstatus ilegal dan tidak memiliki izin. Secara rutin, OJK kerap merilis data fintech yang terdaftar dalam situsnya. Kamu bisa mengecek daftar tersebut kapanpun ketika akan menggunakan fintech. 

Sesuaikan Syarat Pendaftaran dengan Kondisimu

Terakhir, jangan lupa untuk menyesuaikan syarat pendaftaran yang diajukan fintech dengan kondisimu. Sebab, jika syaratnya nggak sesuai, kemungkinan besar pendaftaran atau pengajuan pinjamanmu bakal ditolak. MIsalnya, di KrediFazz, ada tiga syarat pengajuan pinjaman, yaitu: 

  1. Pendaftar adalah WNI berusia 18 – 60 tahun. 
  2. Memiliki penghasilan tetap minimal Rp 3 juta per bulan. 
  3. Berdomisili di Indonesia. 

Jika ada salah satu poin yang tidak sesuai dengan kamu, kamu bisa mempertimbangkan untuk memilih fintech lainnya yang syaratnya lebih sesuai. Dengan begitu, peluang pendaftaran atau pengajuan pinjamanmu disetujui juga akan lebih besar daripada memaksakan daftar ke fintech yang syaratnya tidak cocok. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.