3 Obat Pilek yang Aman untuk Bayi

10 Manfaat Buah Naga untuk Bayi, Biar Makin Gemas dan Sehat!

Pilek merupakan infeksi virus yang terjadi pada hidung dengan mengeluarkan lendir atau ingus secara terus menerus. Umumnya bayi terkena pilek sebanyak kurang lebih sepuluh kali dalam 2 tahun. Hal ini terjadi karena sistem imun tubuh pada bayi belum terbentuk dengan sempurna, maka dari itu rentan terserang virus penyakit.

Setiap orang tua yang melihat bayinya terkena pilek kemungkinan besar pasti akan panik, serta akan mencari obat yang aman dan ampuh untuk bayi mereka. Sebelum Anda memberikan obat kepada bayi, pastikan untuk memberikan obat yang sesuai dosis atau rekomendasi dari dokter, agar tidak ada efek samping yang berbahaya terhadap bayi. Berikut ini terdapat 3 rekomendasi obat batuk pilek untuk bayi 0-6 bulan secara alami, antara lain:

  1. Paracetamol

Paracetamol dapat menjadi pilihan obat yang tepat untuk bayi yang terkena pilek, namun harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan dan tidak berlebihan. Pertimbangan untuk mengatasi pilek dengan paracetamol pada bayi dapat dilihat berdasarkan berat badan dan umur bayi saat mengalami pilek.

Selain itu, bayi yang boleh mengonsumsi paracetamol yaitu berumur 2 bulan keatas. Jika bayi umur 2 bulan ke bawah diberikan paracetamol, maka dikhawatirkan akan memberikan dampak yang berbahaya bagi tubuh bayi.

Sebelum memberikan paracetamol, orang tua juga wajib membaca dengan teliti aturan dosis dan anjuran yang tertera dikotak obat. Jika Anda ragu memberikan paracetamol kepada bayi tanpa resep dokter, Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar dapat mengobati bayi dengan tepat.

  1. Ibuprofen

Pilihan obat lainnya untuk mengatasi pilek pada bayi yaitu ibuprofen. Sama halnya dengan paracetamol, sebelum bayi diberikan ibuprofen, perhatikan dosis yang dianjurkan agar dapat mengobati pilek dengan baik. Anda dapat memberikan ibuprofen kepada bayi yang pilek setiap 6 hingga 8 jam, Anda dapat sesuaikan dengan kebutuhan dan seberapa parah pilek yang dialami.

Setelah konsumsi ibuprofen selama 20-30 menit, bayi akan mengalami efek samping yang perlu diperhatikan. Biasanya efek samping dari ibuprofen yang dialami oleh bayi yaitu sakit perut atau memberikan efek gangguan pencernaan.

Namun, orang tua harus memahami bahwa tidak semua bayi dapat mengonsumsi ibuprofen. Hindari konsumsi ibuprofen pada bayi, jika bayi memiliki alergi pada ibuprofen, memiliki asma, dan memiliki masalah pada hati atau ginjal.

Selain itu, bayi yang diperbolehkan mengonsumsi ibuprofen yaitu umur 6 bulan ke atas. Hal ini harus menjadi perhatian orang tua, karena ibuprofen dikenal lebih berat dibandingkan dengan paracetamol. Jika orang tua ragu, maka ada baiknya jika melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memberikan obat kepada anak untuk mengatasi pilek.

  1. Cairan Saline

Selain obat minum untuk mengatasi pilek yang dialami oleh bayi, orang tua dapat mengobati pilek dengan cairan saline atau semprotan hidung pada bayi. Cairan saline memiliki kandungan berupa larutan air garam yang berfungsi untuk melunakkan ingus di dalam hidung bayi. Jika ingus sudah melunak, Anda dapat menyedotnya dengan alat penyedot ingus.

Mungkin obat yang satu ini akan lebih sulit untuk dilakukan, tetapi cairan saline ini dikenal sebagai obat yang aman dan efektif untuk mengobati pilek pada bayi. Anda dapat membeli cairan saline di apotek terdekat tanpa adanya resep dokter, tetapi Anda harus tetap memperhatikan cara pemakaiannya dengan benar.

Jika Anda mengalami kesulitan atau ragu mengobati bayi dengan cairan saline, Anda dapat konsultasi ke dokter terlebih dahulu agar pengobatan berjalan dengan aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published.